Saat menuruni jalan gunung sendirian,
apakah lebih menakutkan bertemu hantu..
atau lebih menakutkan bertemu manusia..
Dalam suatu survei,
saya pernah melihat bahwa mayoritas secara telak memilih yang kedua..
Kejahatan memang sama-sama ada baik dulu maupun sekarang,
tapi dulu..
karena zaman di mana semua orang tahu siapa saja tetangga di lingkungan yang sama,
saya rasa ketakutan terhadap manusia mungkin lebih sedikit dibanding sekarang..begitulah pikir saya..
Di zaman sekarang..
sebenarnya banyak sekali orang yang bahkan tidak tahu siapa tetangga sebelah rumahnya,
sehingga di jalan malam hari..meskipun itu lingkungan tempat kita sendiri tinggal,
jika bertemu manusia di tempat yang tak ada seorang pun,
mungkin kita jadi merasa takut..
Setiap kali sesekali pergi ke Korea..
sepertinya saya kebanyakan pergi di musim dingin..
Tempat tinggal ibu saya harus dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit ke dalam dari jalan besar..
Kalau ke Korea, saya sering bertemu teman-teman, minum-minum, lalu pulang ke rumah larut malam..
Ada kalanya seorang wanita sedang berjalan di depan,
dan arah yang ia tuju persis sama dengan saya..
Karena saya juga harus pulang, saya mengikuti di belakang wanita itu,
tapi ia terus menoleh ke belakang..dengan raut tidak nyaman..
Jadi..
ah..karena ada yang mengikuti di jalan malam, ia jadi takut, begitu..pikir saya..
dan terpikir bahwa lebih baik saya mendahuluinya saja,
lalu saya mempercepat langkah kaki..
Tapi..
seiring saya mempercepat langkah, wanita itu juga ikut mempercepat..
Karena kalau seorang lelaki sudah menghunus pisau setidaknya harus memotong lobak,
tepat saat saya mempercepat langkah hampir seperti jalan cepat untuk menyalipnya..
ia menoleh jauh ke belakang sambil melirik ke samping..
dan meski bukan sampai menjerit, ia mengeluarkan suara kaget yang..menyebalkan(?) itu..
Padahal saya mendahului sebagai bentuk perhatian..
Saya paham dunia begitu mengerikan sehingga ia terkejut dan takut..
tapi karena hal itu ditujukan pada saya yang bisa hidup baik-baik tanpa hukum sekalipun, rasanya tidak sepenuhnya menyenangkan..
Maka sejak saat itu..
kalau ada wanita berjalan di depan, saya mengikuti perlahan di belakang
sambil menyenandungkan lagu sendirian..
dan sengaja menelepon teman segala..
Di film-film kan penjahat kejam diam-diam mengikuti lalu menikam dengan pisau..
Jadi maksudnya "saya ada di belakang.."
saya sengaja mengeluarkan suara secara terang-terangan..
Masalahnya adalah..
kalau langkah kaki si wanita agak lambat,
mengikuti perlahan di tengah musim dingin itu sangat dingin..
Saya pun karena datang dari daerah tropis,
sangat tidak tahan dingin..
Jadi akhirnya tak tahan juga dan menyalip wanita itu..
tapi saat menyalip pun sepertinya ia tetap sama-sama terkejut..
Entah dunia ini mau jadi apa..
zaman sudah menjadi lebih takut pada manusia daripada hantu,
sungguh terasa getir tiada tara..
Ke depannya kalau ada kejadian seperti itu,
beberapa meter sebelum menyalip si wanita, agar ia tidak terkejut,
saya berniat memberitahunya lebih dulu..
'Anu..saya menyalip sekarang ya~~'
Apakah saya akan dilaporkan..?