Belakangan ini, RSC muncul sebagai topik hangat dalam pengembangan web...
Bayangkan seperti koki menyiapkan makanan setengah matang dan memberikannya kepada pelanggan, yang kemudian menyelesaikannya dengan mudah di meja. Koki menangani bagian yang kompleks, sementara pelanggan hanya perlu memasak sedikit... Koki tidak perlu memasak seluruh hidangan, dan pelanggan juga tidak harus melakukannya semuanya sendiri...
Metode SSR (Server Side Rendering - rendering layar diproses di server dan HTML yang sudah jadi dikirim ke browser) dapat diibaratkan seperti memesan makanan di restoran, di mana koki memasak hidangan lengkap dan langsung menyajikannya kepada pelanggan.
Lalu, CSR (Client Side Rendering - semua rendering diproses di browser) seperti layanan swalayan di mana pelanggan mengambil bahan sendiri dan memasak di dapur...
Meskipun komponen server dieksekusi di server, ini tidak selalu berarti rendering layar (SSR). Komponen server dapat memproses data atau menyiapkan sebagian HTML dan berkolaborasi dengan komponen klien... Singkatnya, RSC menggabungkan kelebihan SSR dan CSR. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, yang digabungkan bukan kelebihan melainkan kekurangan. Jadi, ini masih menjadi topik perdebatan.