Beberapa waktu lalu saya diundang makan malam ke rumah teman dekat yang lebih muda..
Istri saya tidak ikut
saya pergi sendiri..
Teman saya terus membanggakan betapa enaknya ayam goreng buatan istrinya,
katanya sudah bikin ayam goreng dan lauk lainnya, jadi saya diajak datang..
Saya pergi ke rumahnya..
dan karena saya lebih suka meja rendah daripada meja makan,
kami bertiga — teman saya, istrinya, dan saya — duduk di meja rendah..
makan bersama, dan minum-minum juga..
Tapi..
sambil makan.. saya tidak yakin kenapa saya melirik,
tapi saya lihat ke samping dan ada dua ekor semut lewat di lantai..
oh, ada semut, pikir saya dalam hati
lalu saya tangkap satu semut dengan tangan..
Tapi tadinya ada dua semut..
setelah menangkap satu, saya coba tangkap yang tersisa,
tapi dia gesit dan kabur ke bawah meja..
Jadi otomatis saya tundukkan kepala ke bawah meja mencari semut itu,
eh~
semut yang saya cari tidak ada, tapi terlihat kaki istri teman saya..
Sesaat saya agak kaget..
jadi buru-buru saya angkat kepala dan lihat reaksinya,
untungnya(?) tidak ada reaksi khusus..
Sebagai catatan, istri teman saya mengenakan dress panjang sampai betis..
dan yang saya lihat adalah betisnya di bawah lutut..
Setelah pulang ke rumah..
selama beberapa hari ingatan itu terus muncul..
Mengulang kembali situasinya..
saya ini, yang berperan sebagai kakak dari suami, berhenti makan dan menundukkan kepala ke bawah meja(?)
melihat ke bawah.. artinya..
cukup ada celah untuk terlihat tidak pantas..
sejujurnya saya sama sekali tidak ada niat seperti itu..
dan saya sendiri kaget dan buru-buru angkat kepala..
Beberapa waktu setelah itu..
saya minum bersama teman yang lebih muda itu..
seiring alkohol mulai terasa, ingatan itu tiba-tiba muncul lagi..
Jadi saya bicarakan dengan hati-hati..
Sebenarnya waktu itu..
di rumahmu ada dua semut
saya tangkap satu, sisanya lari ke bawah meja,
jadi saya tundukkan kepala untuk menangkapnya
dan tanpa sengaja lihat betis istrimu..
Kalau-kalau istrimu merasa tidak enak soal itu, tolong sampaikan itu cuma salah paham..
Teman saya tertawa terbahak-bahak..
katanya kalau istrinya menyadari sesuatu, pasti sudah cerita ke dia,
tapi sama sekali tidak ada hal seperti itu..
Alasan dia tertawa keras adalah..
katanya tidak seperti saya(?) sekali jadi begitu penakut soal hal seperti itu..
Yang biasa saya bilang setiap hari adalah
"laki-laki kok penakut soal begituan"..
"kalau tidak ada niat begitu, jangan dipikirkan"..
kira-kira begitulah gaya saya biasanya..
tapi di sini saya malah mengaku sudah lihat betis istrinya, bukan paha pun,
dan sepertinya itu terdengar sangat lucu baginya..
Baru saat itu saya sadar
selama ini saya kira diri saya cuma pria sejati yang tegas..
tapi..
ternyata..
saya longgar dengan standar itu ke orang lain
tapi ketat pada diri sendiri..
benar-benar.. benar-benar pria sejati ya..