Kisah kehidupan tentang peningkatan hewan peliharaan di Indonesia dan masalah kotoran mereka.

111.95.***.***
391


Di kompleks perumahan tempat saya tinggal

banyak tinggal orang Korea..orang Jepang..dan warga lokal keturunan Tionghoa..

Ada grup WhatsApp tempat kami saling bertukar informasi

dan juga mengunggah berbagai masalah..


Isu terpanas belakangan ini bukan presiden..bukan pula kenaikan PPN..melainkan..

kotoran anjing..



Mungkin karena para penghuninya pencinta anjing..

di pagi hari..dan di sore hari banyak terlihat orang mengajak anjingnya jalan-jalan..

Kadang pemiliknya sendiri..kadang menyuruh asisten rumah tangga..

Dan sesekali terlihat anjing berjalan sendirian, mungkin karena talinya terlepas..


Anjing punya kebiasaan menandai wilayah..

Jadi mereka buang air lagi di tempat yang sama seperti sebelumnya..



Beberapa hari lalu..

sebuah tulisan yang sangat serius beserta foto diunggah di grup WhatsApp..


Fotonya adalah kotoran anjing..

Pengunggahnya diperkirakan warga lokal keturunan Tionghoa..

Sebagai catatan.. latar belakang foto kotoran anjing itu adalah halaman rumput..


Isinya begini..

Harus dibaca dengan cukup serius sambil melihat foto kotoran anjing itu..

Ketika saya membacanya..saya benar-benar merasakan keseriusan itu..

Karena di sini tidak ada foto kotoran anjingnya..silakan bayangkan(?) sendiri..


' Ini yang kedua kalinya..

Kalau sampai ada yang ketiga..mohon maaf, tapi anjing itu

bisa terluka atau mungkin tidak akan pernah pulang lagi..'



Terasa begitu serius..

tapi saya tertawa cukup lama saat membacanya..

Tawa itu keluar begitu saja..

Saya sampai berpikir, ternyata negara ini pun akhirnya(?) memasuki era di mana orang bertengkar

gara-gara anjing peliharaan..



Berbicara soal anjing peliharaan, ada satu adegan yang tiba-tiba terlintas..


Saya sudah lebih dari 10 tahun tinggal di rumah yang sekarang..

Di gang tempat saya tinggal banyak orang Korea yang tinggal lalu pindah..

dan orang baru pun berdatangan..begitulah seterusnya..



Beberapa tahun lalu..

Saya sedang berjalan-jalan di sekitar lingkungan saat matahari terbenam..

Saya tidak begitu ingat apakah itu jalan santai..atau saya sedang pergi ke suatu tempat

tapi sepertinya di sekitar mulut gang yang menuju jalan besar..


Saya melihat seorang ibu seusia saya mengenakan pakaian olahraga sedang jalan cepat

menuju arah saya..

Karena orang asing, saya hanya melirik sekali lalu mengalihkan pandangan, tapi

ibu yang tadi berjalan cepat itu tiba-tiba berhenti seolah terkejut oleh sesuatu..

dan mundur perlahan..


Ada apa..? pikir saya sambil mengikuti arah pandangannya..

dan sekitar 10 meter di depan, sesuatu seperti anjing Jindo putih berlari mendekat

dan melihat arah larinya, sasarannya tampak jelas adalah ibu tersebut..


Seketika..

bersamaan dengan pikiran, habislah saya..

saya secara naluriah(?) menghalangi bagian depan ibu yang membeku karena kaget itu..


Dulu saya pernah memelihara anjing besar..

tapi dengan anjing sedang mirip Jindo yang sama sekali belum pernah saya lihat berlari mendekat

sejujurnya lutut saya pun gemetar..



Saya berdiri menghalangi di depan ibu itu..

dan mengangkat kedua tangan dalam posisi menyerah..

Kalau terkejut, tubuh melakukannya dengan sendirinya..


Namun..setelah diperhatikan, terlihat anjing ini

sedang mengibaskan ekornya..

Sepertinya dia diikat di rumah lalu talinya terlepas

dan tampak begitu gembira dengan kebebasan yang jarang didapat sampai tak bisa menahan diri..


Saya berdiri dengan kedua tangan terangkat menyerah..

dan si Jindo ini melompat ke arah saya, menumpukan kaki depannya ke perut saya..lalu turun, berulang-ulang..

sementara ibu itu menempel erat di punggung saya..


Tapi anjing ini begitu senang dengan kebebasannya..

alih-alih hanya bermain dengan saya..

dia berputar dan menuju ke arah ibu itu..


Untuk melindungi ibu yang ketakutan setengah mati..

saya terus memutar arah sambil mempertahankan posisi menyerah

dan ibu itu pun..

mungkin karena sering bermain kejar-kejaran waktu kecil

ikut berputar dengan baik searah dengan saya..



Sejujurnya saya juga takut..

Karena itulah saya menyerah..

Tapi saya menghalangi karena berpikir ibu itu mungkin akan celaka..

dan anjing sialan ini tidak juga pergi..


Sambil mempertahankan posisi menyerah dan berputar di tempat, saya terus berbicara..

Jangan berlari..dan jangan berteriak..

Saat itu jelas terlihat dia hanya melonjak-lonjak kegirangan, tapi

anjing berukuran sedang ke atas, kecuali kepada pemiliknya

bisa berubah sewaktu-waktu kalau merasa terancam..


Ketika saya sedang mengingatkan ibu itu..

ah..coba bayangkan..

ibu ini, sambil menempel erat di punggung saya, berkata..

bagaimana sih orang memelihara anjing seperti ini..

dan bahwa dia akan membawa suaminya untuk melayangkan komplain keras..

terus saja begitu..

mengatakan hal-hal yang bagi saya terasa tidak adil..



Anjingnya pun bukan anjing saya..

ibu itu pun baru saya temui hari itu..

saya sendiri sudah takut setengah mati

sambil berusaha bertahan sebisa mungkin..

dan suara tak masuk akal dari balik punggung itu benar-benar merusak suasana hati..


Tapi mau bagaimana lagi..?

Situasinya juga tidak memungkinkan untuk menjelaskan

dan yang ada di pikiran saya hanyalah bagaimana caranya cepat melepaskan diri dari anjing sialan ini..


Saat itulah..


dari kejauh~an seseorang datang berlari

dan memanggil anjing sialan itu..


Ternyata pemiliknya..


Dia berlari sambil membawa tali anjing

dan anjing yang melihat pemiliknya..

biasanya akan berlari menghampiri dan memeluknya..

tapi malah kabur secepat kilat ke arah yang berlawanan..



Akhirnya selesai..pikir saya, dan barulah saya menoleh ke belakang..

ternyata ibu itu berdiri dengan tangan bersedekap..

Entah dia menempel di punggung saya sambil bersedekap

atau baru bersedekap setelah anjingnya pergi, saya tidak dalam posisi bisa melihat..


tapi jelas itu bukan sikap seseorang terhadap orang yang baru saja menyelamatkan nyawanya..



Dia bertanya apakah saya pemilik anjingnya..

wkwk

Padahal kami sama-sama baru saja melihat orang mengejar anjing itu sambil membawa tali..



Tanpa sepatah kata terima kasih..tentu saja saya tidak melakukannya demi mendengar itu..

tanpa sepatah kata pun..sambil menggerutu sendiri bahwa dia harus membawa suaminya

dia melanjutkan perjalanannya..


Saya tidak tahu apakah ibu itu ada di sini atau tidak

tapi saya ingin menyampaikan satu hal saja..



Ibu..

seharusnya orang tidak bersikap seperti itu..

Waktu itu kita..benar-benar menghalau anjing sialan itu dengan kekompakan yang luar biasa, bukan..

Tapi kalau ibu pergi begitu saja tanpa sepatah kata terima kasih..


Bagaimana saya yang tidak punya suami untuk dibawa ini harus menahan kepedihannya..

  • (149.113.***.***)

    [KR] 아.. 그러게요. 고맙다는 한마디면 충분했을 텐데요. 😅 그런데 이곳도 점점 반려견이 많아지나 봅니다.


    [EN] Ah.. yeah, that's right. A simple thank you would've been enough. 😅 But it looks like there are more and more dogs around here too.


    [ID] Ah, benar juga. Seharusnya hanya ucapan terima kasih saja yang cukup. 😅 Tapi sepertinya tempat ini juga semakin banyak anjing peliharaan.

    @별빛지기님에게 대댓글 쓰기

    댓글 등록
  • (118.99.***.***)

    [KR] 애완견에 목줄과 산책 시 배설물 처리는 높은 시민의식이 따르는 일이죠. 재밌게 풀어 썼지만 그 속에 애환이 담긴 이야기라 많은 견주들이 이 글을 읽어봤으면 좋겠네요. 저도 이전 아파트에 애완견 키우는 분들 많았는데 ... 아가들과 산책 때 배설물 때문에 화가 났던 기억이 떠 오릅니다.


    [EN] Keeping a pet dog on a leash and properly handling feces during walks requires high civic consciousness, doesn't it? Although the piece is written in an entertaining way, it's a story with bittersweet emotions woven throughout, and I hope many dog owners read it. At my previous apartment too, there were many people with pet dogs... and I remember being upset due to feces when walking with children.


    [ID] Memberi tali pada anjing peliharaan dan menangani kotoran saat berjalan adalah hal yang membutuhkan kesadaran warga negara yang tinggi. Meskipun tulisannya penuh humor, cerita ini mengandung sentimen yang mengharukan, dan saya berharap banyak pemilik anjing membacanya. Saya juga dulu tinggal di apartemen di mana banyak orang memelihara anjing... Saya masih ingat merasa kesal karena masalah kotoran saat berjalan-jalan bersama anak-anak.

    @잔망루피님에게 대댓글 쓰기

    댓글 등록
  • (114.122.***.***)

    [KR] 아... 어디 남편없는 사람 서러워 살겠나~ 와이프 말고 남편을 하나 들여야 하나... 역시나 동서고금을 막론하고 상식은 언제나 내 기준에서 상식이네요. 그래도 일취월장님 대단하시네요 중형견 이상의 개가 좋다고 달려들어도 내 개가 아닌이상 그렇게 하시기 힘드실텐데...


    [EN] Ah... how could anyone live so miserably without a husband~ Should I get a husband instead of a wife...? As expected, regardless of time and place, common sense is always my standard. Still, 일취월장님, you're amazing. Even if medium-sized or larger dogs rush at you because they like you, it would be difficult to do that unless it's your own dog...


    [ID] Ah... kemana hidup seseorang tanpa suami akan begitu menyedihkan~ Selain istri, perlukah saya punya satu suami... Memang benar, dari timur hingga barat, dari zaman kuno hingga modern, akal sehat selalu akal sehat menurut standar saya sendiri. Meski demikian, 일취월장님 benar-benar luar biasa. Meskipun anjing berukuran sedang atau lebih besar suka menghampiri, tentu saja sulit melakukan hal itu kecuali itu adalah anjing milik Anda sendiri...

    @LimJakarta님에게 대댓글 쓰기

    댓글 등록
  • (185.213.***.***)

    [KR] 짧은 영상에 중독이 된 요즘 눈도 침침해서 활자를 점점 멀리하던 참이었는데, 일치월장님 글은 술술 읽히네요. 재밌게 잘 읽었습니다.


    [EN] I've been addicted to short videos lately, and my eyes have gotten tired, so I was drifting away from reading text. But your writing flows so smoothly. I really enjoyed reading it.


    [ID] Belakangan ini saya ketagihan video pendek dan mata juga jadi kabur, jadi saya semakin menjauh dari teks tertulis, tapi tulisan Anda sangat lancar dan mudah dibaca. Saya sangat menikmatinya.

    @jeongmin_lee님에게 대댓글 쓰기

    댓글 등록
로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

아이큐 330
정신이상자..
이상주의자..
사회부적응자..
로..
보일때가 많음..

자유게시판

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
7.83 -0.01

2026.08.24 KEB 하나은행 고시회차 503회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!