Pada tahun 2022, konglomerat Korea Selatan memperoleh 2 triliun 239 miliar won dari nilai merek afiliasi mereka. SK Group menerima nilai merek tertinggi sebesar 3 triliun 499 miliar won, diikuti oleh LG Group dengan 3 triliun 490 miliar won. Meskipun nilai merek merupakan transaksi yang sah, kekhawatiran muncul bahwa sulitnya mengukur nilainya dapat disalahgunakan untuk kepentingan pribadi keluarga pemilik perusahaan. Komisi Perdagangan Adil sedang melakukan penyelidikan lapangan terhadap Hanwha dan CJ untuk menilai keadekuatan nilai merek. Anggota parlemen Partai Kekuatan Rakyat, Lee Yang-soo, menunjukkan bahwa penerimaan nilai merek dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak adil bagi afiliasi dan mendesak Komisi Perdagangan Adil untuk mengambil tindakan tegas.