Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) didanai dari beberapa sumber, termasuk APBN sebesar Rp48,8 triliun untuk periode 2025-2029. Dana ini akan digunakan untuk membangun konektivitas, kawasan perkantoran legislatif dan yudikatif, serta hunian vertikal. Selain APBN, pembangunan IKN juga memanfaatkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp134,22 triliun untuk proyek hunian dan infrastruktur seperti jalan dan Multi-Utility Tunnel (MUT). Investasi swasta juga berkontribusi sebesar Rp74,54 triliun untuk membangun hotel, rumah sakit, mal, dan fasilitas lainnya. Beberapa perusahaan swasta yang terlibat dalam pembangunan IKN antara lain PT Dejem Nusantara Development, PT Dian Jaya Indonesia, dan PT Starbright International Investment.