Tsunami Aceh...panti asuhan...dan aku...

111.95.***.***
540


Sepertinya sekitar tahun 2007..



Pada tahun 2004 tsunami terbesar dalam sejarah menghantam Aceh..

200.000 orang kehilangan nyawa..

Saya mendengar ada panti asuhan yang merawat anak-anak yang kehilangan orang tua dan menjadi yatim piatu saat itu

sehingga saya pernah mengunjunginya..



Kalau menyusuri jalan tol Bogor(?) terus.. di sebelah kiri ada jalan yang mendaki ke Puncak..

Kalau di situ tidak naik ke Puncak melainkan terus lurus

Anda akan sampai di perempatan berlampu lalu lintas..


Kalau lurus, arahnya ke lapangan golf Rancamaya..dan Sukabumi..

Kalau belok kanan, bisa menuju peternakan hewan..

dan kalau belok kiri, bisa naik lewat jalan belakang Puncak

dan di jalan mendaki ke arah sana ada panti asuhan..


Dengan niat sesekali berbuat baik dalam hidup.. saya pergi ke panti asuhan bersama istri..

Ternyata ada orang Korea di sana..

Kami memberi salam..

lalu berkeliling ke sana kemari sesuai arahan mereka

dan bertemu anak-anaknya juga..


Karena Puncak, udaranya sejuk..

Fasilitasnya pun tertata baik

anak-anaknya juga bersih..

berpakaian rapi dan hidup dengan baik..


Sesaat..saya merasa datang ke sini sia-sia..

Sepertinya tidak banyak yang bisa saya bantu

jadi saya menyalakan sebatang rokok..dan sedang celingukan ke sana kemari ketika..


mereka bilang anak-anak akan segera belajar taekwondo..

Mereka menunjukkan tempat untuk belajar taekwondo..ternyata di dalam ruangan..

Karena harus berlatih teknik jatuh dan bisa saja terjatuh,

mereka bilang alangkah baiknya kalau di dalam ruangan dipasang matras..

jadi saya bilang akan mengusahakannya..lalu pulang..



Ruangannya cukup luas..

dan setelah mencari-cari informasi, ternyata ada pabrik yang membuat matras untuk gimnasium indoor..

Saya bilang akan dipakai untuk berbagai keperluan dan luasnya sekitar sekian..lalu menerima penawaran harga..


Saya ingat angkanya sekitar 20 juta rupiah..

Memangnya seorang karyawan punya uang berapa..

Tiba-tiba saya merasa uang itu sayang..

Mengeluarkannya untuk anak-anak di fasilitas yang bagus(?)..yang hidupnya sudah baik

padahal saya sendiri kesulitan menyambung hidup — begitulah pikiran itu muncul..


Saya menghubungi teman dekat saya orang Tionghoa..

Saya membujuknya bahwa ini demi anak-anak yang menjadi yatim piatu karena tsunami Aceh..

Kami sepakat menanggung biayanya separuh-separuh

lalu saya membeli matras dan mengirimkannya..



Setelah itu..

saya tidak pernah sekali pun mengunjungi panti asuhan itu..maupun menghubunginya..


Saat pergi bermain ke Rancamaya atau Sukabumi..

paling-paling teringat sesekali ketika tiba di perempatan itu..



Saya sebenarnya tipe orang yang memberitahukan kepada semua orang apa yang diperbuat tangan kanan saya..

jadi biasanya saya pasti sudah menyombongkannya kepada orang-orang..

tapi soal cerita panti asuhan itu..

besok pagi harus saya tanyakan

tapi sepertinya istri saya pun tidak tahu..


Entah kenapa..saya tidak ingin menceritakannya..



Kenapa saya tidak menceritakannya..setelah saya renungkan baik-baik..


Panti asuhan itu saya kunjungi dengan niat berbuat baik..

tapi anak-anak di panti asuhan itu hidupnya terlalu baik..

Bayangan saya benar-benar meleset..


Saya datang membayangkan fasilitas yang lusuh..

dan anak-anak tanpa semangat yang kehilangan orang tua

tapi justru melihat pemandangan yang sebaliknya..


Saat melihat itu..saya.. berpikir, saya salah datang..


Dan pada saat saya berpikir begitu, saya sudah kehilangan kelayakan(?) itu..

Kalau mengunjungi panti asuhan..

yang seharusnya menjadi fokus adalah anak-anak yatim yang susah payah selamat dari tsunami

tapi di dalam hati saya..

yang sudah menjadi fokus adalah diri saya sendiri, orang yang menolong anak-anak yang hidup susah..


Saya orang yang seperti ini..

Saya berbeda dari orang lain..

Yah..saya penuh dengan.. kesombongan murahan semacam itu, jadi..


saat melihat anak-anak hidup ceria di fasilitas yang bagus..

muncullah pikiran, saya salah datang..



Alasan saya pergi ke sana adalah..

untuk membantu anak-anak yang menjadi yatim piatu karena tsunami agar bisa hidup sedikit lebih baik..

namun melihat anak-anak itu hidup dengan baik..

yang saya rasakan justru kekecewaan..


Sungguh..

ironis, bukan..?


Karena itulah sepertinya saya tidak menceritakannya kepada siapa pun..

Takut kondisi batin saya yang picik ketahuan..

karena malu..


  • (114.122.***.***)

    [KR] 어휴... 별말씀을 다 하세요.. 방문 하신 것만으로도 대단하신거라 생각합니다. 생각만 있지 행동으로 옮기는건 하늘과 땅 차이잖아요. 잘 지내는 것에 만족하시고 오셨다고 기억하십시오. 행동으로 옮기신 것만으로도 대단하십니다. 존경스럽네요 ^^


    [EN] Sigh... You're saying such kind things. I think just visiting is already remarkable. Many have intentions, but taking action is a world of difference. Remember that you came here satisfied with living well. The fact that you took action is already impressive. It's admirable. ^^


    [ID] Aduh... jangan begitu... Saya pikir hanya berkunjung saja sudah luar biasa. Hanya berpikir dan benar-benar bertindak itu beda langit dan bumi. Ingatlah bahwa Anda datang dengan merasa puas. Hanya dengan bertindak saja, Anda sudah luar biasa. Sungguh mengesankan ^^

    @LimJakarta님에게 대댓글 쓰기

    댓글 등록
  • (185.213.***.***)

    [KR] 좀 다른 얘기이긴 하나 요즘 인도네시아인들 중상층들 보면 나는 외국인이라고 다른 레벨인척 하고 사는게 좀 창피해지더라구요. 사실은 그저 외국인 근로자일 뿐인데 말이지요. ㅋ


    [EN] It's kind of a different story, but lately when I look at the Indonesian upper-middle class, it's gotten a bit embarrassing—the way I, as a foreigner, act like I'm on a different level. The truth is, I'm just a foreign worker. ㅋ


    [ID] Agak beda topiknya sih, tapi akhir-akhir ini melihat kalangan menengah atas Indonesia bikin aku malu. Mereka memperlakukan orang asing seolah-olah kami berbeda level dan hidup dengan cara itu. Padahal aku cuma pekerja asing biasa saja. ㅋ

    @jeongmin_lee님에게 대댓글 쓰기

    댓글 등록
로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

아이큐 330
정신이상자..
이상주의자..
사회부적응자..
로..
보일때가 많음..

자유게시판

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
7.79 -0.01

2026.08.24 KEB 하나은행 고시회차 309회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!