Tim peneliti internasional menggunakan fMRI untuk menganalisis aktivitas otak anjing dan menemukan bahwa anjing memproses wajah manusia yang bahagia dan ekspresi negatif (kemarahan, ketakutan, kesedihan) secara berbeda. Khususnya, wajah bahagia menunjukkan peningkatan aktivitas di area otak anjing yang terkait dengan penghargaan. Selain itu, ekspresi ketakutan dan kesedihan, serta ketakutan dan kemarahan, masing-masing menunjukkan pola aktivitas yang berbeda di area otak yang berbeda, tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan antara ekspresi kesedihan dan kemarahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa anjing tidak hanya membedakan ekspresi wajah manusia sebagai positif/negatif, tetapi juga mengenali berbagai jenis ekspresi emosi negatif.