Andong Man Jenderal ADD telah berkontribusi besar dalam pengembangan pesawat tempur dalam negeri. Keberhasilan pengembangan pesawat latih KTX-1(KT-1) memberikan kepercayaan diri bagi Korea untuk dapat memproduksi pesawat tempur, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan KF-21 'Boramae'. KF-21 dilengkapi dengan radar AESA buatan dalam negeri dan mampu mendeteksi dan menyerang target musuh dari jarak lebih dari 100 km. Meskipun dibandingkan dengan F-35 Amerika Serikat, beberapa fitur seperti kemampuan siluman masih tertinggal, namun diharapkan dapat mencapai level pesawat tempur generasi kelima melalui peningkatan fungsi peperangan elektronik. Jenderal Andong Man menekankan kesulitan dalam pengembangan pesawat terbang, serta mencatat bahwa kompleksitasnya melebihi rudal dan pentingnya aspek keselamatan.