Kandidat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Lee So-young tidak memiliki catatan signifikan dalam mengajukan undang-undang inti yang berkaitan dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah selama masa jabatannya sebagai anggota parlemen. Aktivitas legislasi beliau berfokus pada isu-isu seperti iklim, netral karbon, pajak, keuangan, dan kekayaan intelektual, serta mencakup regulasi terkait UMKM dan pedagang kecil. Terutama, undang-undang yang berkaitan dengan larangan impor dan larangan partisipasi dalam proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri telah menuai kritik dari berbagai kelompok. Anggota parlemen Partai Kekuatan Rakyat Choi Soo-jin mengkritik Lee So-young karena tidak pernah mengajukan undang-undang yang mendukung pedagang kecil selama pandemi COVID-19, dan menyebut penunjukannya sebagai Menteri "Reformasi Regulasi" sebagai sikap ganda mengingat beliau sebelumnya aktif dalam menciptakan regulasi baru.