Baru-baru ini, penggunaan ECM (matriks ekstraseluler) yang berasal dari manusia dalam bentuk injeksi untuk prosedur kecantikan kulit memicu kontroversi seputar keamanan. Metode ini sebelumnya digunakan untuk mengobati luka bakar atau cedera dengan cara menghancurkan kulit homograft aseluer dan menyuntikkannya ke kulit. Masalahnya adalah produk ini diklasifikasikan sebagai 'jaringan manusia' sehingga tidak menjalani prosedur verifikasi keamanan yang ketat seperti obat-obatan atau alat medis. Para ahli berpendapat bahwa karena bentuk, tujuan penggunaan, dan metode pemberian ECM berbeda, maka diperlukan sistem verifikasi keamanan dan efektivitas yang terpisah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang memperkuat pengawasan keamanan dengan mempersingkat periode pelaporan efek samping dan mewajibkan pencatatan informasi pasien. Namun, inti dari masalah ini adalah bagaimana mengklasifikasikan dan mengelola ECM sebagai transplantasi jaringan. Konsumen harus menerima informasi yang cukup tentang bahan dan keamanan produk sebelum menjalani prosedur. Menemukan keseimbangan antara kemajuan teknologi inovatif dan memastikan keamanan sangat penting.