Perusahaan tekstil Indonesia Sritex telah bangkrut, mengakibatkan sekitar 8.400 karyawan diberhentikan. Presiden Prabowo Subianto telah berjanji untuk memperkenalkan cara operasional baru agar pekerja Sritex dapat kembali bekerja. Pemerintah berencana menarik investasi melalui skema sewa peralatan berat dan merekrut kembali para pekerja yang diberhentikan. Namun, para ahli telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana ini tidak realistis dan mempertanyakan apakah solusi dapat ditemukan dalam waktu dua minggu. Ada juga peringatan untuk memastikan bahwa janji-janji pemerintah tidak berakhir sebagai kata-kata kosong.