Pada 9 Desember, ekonomi Korea menghadapi kesulitan di tengah ketidakpastian politik yang disebabkan oleh deklarasi darurat militer Presiden Yoon Suk Yeol dan kegagalan meloloskan RUU pemakzulan. Pasar saham menunjukkan volatilitas yang signifikan, sementara industri otomotif dan penerbangan berjuang menghadapi penyusutan konsumsi dan kenaikan nilai tukar. Selain itu, mogok terus-menerus oleh serikat pekerja kereta api menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang dan gangguan logistik. Pakar ekonomi telah mengajukan kekhawatiran bahwa jika ketidakstabilan politik berlanjut, dikombinasikan dengan peluncuran administrasi Donald Trump di Amerika Serikat, industri dan perusahaan domestik mungkin menghadapi paparan terhadap perang tarif. Kerusuhan politik diperkirakan akan terus berlanjut bahkan setelah kegagalan meloloskan RUU pemakzulan, yang dapat menghambat pemulihan ekonomi lebih lanjut. Sementara itu, perusahaan domestik merespons dengan sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dan telah mulai menyiapkan tindakan pencegahan untuk meminimalkan guncangan jika kekacauan politik memburuk setelah kegagalan untuk memakzulkan presiden. Reformasi medis juga menghadapi kemungkinan perpanjangan yang meningkat karena ketidakstabilan politik.