Kelompok Keuangan Shinhan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan mencapai 5,0-5,2%. Ini didorong oleh peningkatan konsumsi swasta, ekspansi investasi pemerintah, dan pemulihan permintaan komoditas yang didorong oleh penguatan kebijakan fiskal dari negara-negara utama termasuk China. Selain itu, di tengah ketegangan perdagangan AS-China, Indonesia muncul sebagai rantai pasokan alternatif bagi China, memungkinkan harapan untuk ekspansi basis manufaktur dan peningkatan investasi asing. Inflasi diperkirakan akan stabil dalam kendali pemerintah, dan bank sentral Indonesia mungkin menurunkan suku bunga acuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, kontraksi konsumsi global, eskalasi friksi perdagangan AS-China, dan ketegangan geopolitik dapat menjadi faktor risiko.