Protes terhadap tunjangan perumahan anggota parlemen telah menyebar ke seluruh Indonesia. Kemarahan publik meningkat ketika diketahui bahwa anggota dewan menerima tunjangan perumahan bulanan sekitar 4,3 juta won di tengah meningkatnya tingkat pengangguran. Situasi memburuk ketika bentrokan dengan polisi selama demonstrasi mengakibatkan kematian. Setelah bertemu dengan pemimpin partai, Presiden Prabowo mengumumkan penghapusan tunjangan perumahan bagi anggota parlemen. Namun, para pengunjuk rasa berpendapat bahwa langkah ini tidak cukup dan mengajukan tuntutan tambahan.