Presiden Lee Jae-myung menyatakan kekhawatirannya tentang fenomena di mana pemuda enggan menikah karena kebijakan negara. Dia berjanji akan berupaya untuk memperbaiki masalah 'hukuman pernikahan' di mana pasangan yang sudah menikah menghadapi kondisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan mereka yang masih lajang. Berdasarkan masukan yang dikumpulkan melalui forum pemuda dan diskusi properti, Presiden Lee Jae-myung telah menyajikan 22 tugas perbaikan terkait perumahan dan pembentukan aset. Tugas-tugas ini mencakup pelonggaran persyaratan pendapatan pinjaman, pelonggaran persyaratan pengajuan khusus untuk pasangan baru, dan pengurangan pajak atas akuisisi properti setelah menikah. Presiden Lee Jae-myung berencana untuk meninjau setiap tugas secara menyeluruh agar dapat memberikan bantuan yang nyata.