Riset terbaru menunjukkan bahwa meskipun banyak perusahaan telah menggunakan kecerdasan buatan (AI), manfaatnya untuk meningkatkan produktivitas belum signifikan. Sekitar dua pertiga CEO dan eksekutif perusahaan mengaku sudah menggunakan AI, namun rata-rata penggunaannya masih terbatas. Hampir 90 persen perusahaan menyatakan bahwa AI belum memberikan pengaruh berarti terhadap produktivitas atau jumlah tenaga kerja dalam tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, para pemimpin perusahaan tetap optimis bahwa AI akan menunjukkan manfaatnya dalam beberapa tahun mendatang. Fenomena ini mirip dengan "Paradoks Solow" di mana dampak teknologi komputer pada produktivitas tidak langsung terlihat pada awalnya.