Pada kuartal kedua tahun 2023, pengangguran sarjana baru mencapai puncak tertinggi dalam lima tahun, yaitu 480.000 orang, menunjukkan semakin parahnya masalah pengangguran di kalangan pemuda. Khususnya, mereka yang berusia 20-an dan 30-an menyumbang 64% dari total pengangguran sarjana, menunjukkan dampak besar dari perlambatan ekonomi Timur Tengah terhadap generasi muda. Penurunan perekrutan fresh graduate oleh perusahaan karena preferensi terhadap tenaga kerja berpengalaman dan penyebaran teknologi AI semakin membatasi peluang kerja bagi pemuda. Para ahli menekankan perlunya segera merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang proaktif untuk kaum muda, mengingat tren peningkatan penerapan AI.