Iptu Motalip Litiloly dari Polres Nduga, Polda Papua, dianugerahi Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Beliau dikenal dekat dengan masyarakat Nduga dan berhasil meredam konflik di daerah tersebut melalui pendekatan humanis. Masyarakat bahkan dua kali berdemonstrasi ketika Motalip dimutasi, menunjukkan betapa besar kepercayaan mereka padanya. Untuk mendekatkan diri pada warga yang memiliki trauma masa lalu dengan aparat berseragam, Motalip memilih untuk berinteraksi menggunakan pakaian preman sehari-hari dan hanya mengenakan seragam polisi saat terjadi masalah keamanan. Kedekatannya dengan masyarakat Nduga membuatnya dijuluki "Pak Salib" oleh warga setempat yang memandangnya sebagai pelindung.