Firma riset pasar TrendForce dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Februari 2026 memprediksi bahwa produksi smartphone global tahun ini akan turun sekitar 10% menjadi 1,135 miliar unit dibandingkan tahun sebelumnya. Jika kondisi pasar semakin memburuk, penurunan produksi bisa melebihi 15%, menurut analisis tersebut.
TrendForce mengidentifikasi kenaikan harga komponen (BOM) sebagai faktor utama penurunan produksi. Rasio biaya memori dalam smartphone yang sebelumnya berkisar antara 10% hingga 15% telah melonjak menjadi 30% hingga 40% dalam beberapa waktu terakhir, lebih dari dua kali lipat. Terutama untuk spesifikasi populer '8GB RAM + 256GB penyimpanan', harga kontrak dilaporkan naik sekitar 200% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Firma riset pasar TrendForce dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Februari 2026 memprediksi bahwa produksi smartphone global tahun ini akan turun sekitar 10% menjadi 1,135 miliar unit dibandingkan tahun sebelumnya. Jika kondisi pasar semakin memburuk, penurunan produksi bisa melebihi 15%, menurut analisis tersebut.
TrendForce mengidentifikasi kenaikan harga komponen (BOM) sebagai faktor utama penurunan produksi. Rasio biaya memori dalam smartphone yang sebelumnya berkisar antara 10% hingga 15% telah melonjak menjadi 30% hingga 40% dalam beberapa waktu terakhir, lebih dari dua kali lipat. Terutama untuk spesifikasi populer '8GB RAM + 256GB penyimpanan', harga kontrak dilaporkan naik sekitar 200% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
▶ Sumber asli: https://m.kbench.com/?q=node/276116