Setelah pencabutan usul impeachment pertama terhadap Presiden Yoon Suk-yeol pada 9 Desember, pasar saham Korea Selatan mencatat penurunan tajam. KOSPI turun 2,78% ditutup pada 2.360,58, sementara KOSDAQ turun 5,19% ditutup pada 627,01. Hal ini disebabkan oleh para investor yang keluar dari pasar Korea di tengah kekhawatiran tentang ketidakpastian politik yang berkepanjangan. Nilai tukar juga melonjak tajam, mengancam level 1.440 won dan memperluas volatilitas. Para ahli memperingatkan bahwa jika ketidakstabilan politik terus berlanjut, nilai tukar yang tinggi akan memicu inflasi dan mempercepat kontraksi permintaan domestik. Sementara itu, Bitcoin terus mempertahankan momentum naik dengan menciptakan rekor tertinggi setiap hari seiring antisipasi investor terhadap kebijakan aset kripto yang ramah di bawah kepemimpinan Presiden Trump yang terpilih.