Myung Tae-gyun, tokoh kunci dalam kasus 'keterlibatan Kim Keon-hee dalam pencalonan', terbukti telah memanipulasi survei opini publik sehingga tingkat dukungan terhadap calon Yoon Suk-yeol menunjukkan angka lebih tinggi dari calon Hong Jun-pyo selama proses pemilihan kandidat internal Partai Kekuatan Rakyat dalam pemilihan presiden ke-20, berdasarkan penyelidikan Newstapa.
Ini adalah pertama kalinya manipulasi survei opini publik yang dilakukan oleh Myung didukung oleh bukti konkret, mengingat sebelumnya hanya ada dugaan karena tidak ada bukti fisik yang jelas selain rekaman percakapan telepon Myung.
Menurut penyelidikan Newstapa, Myung Tae-gyun menggunakan metode membuat 'sampel respons palsu yang telah selesai' secara massal tanpa benar-benar melakukan panggilan survei itu sendiri. Melalui cara ini, ia memanipulasi hasil survei opini publik agar menguntungkan calon Yoon dengan membuat tingkat dukungan calon Yoon Suk-yeol mengungguli calon Hong Jun-pyo sebesar 3%p.
Manipulasi survei opini publik oleh Myung Tae-gyun yang dikonfirmasi kali ini terjadi pada September 2021, saat pemilihan calon internal Partai Kekuatan Rakyat sedang berlangsung, yang bertepatan persis dengan waktu ketika Kantor Presiden Yoon mengakui fakta kontak dengan Myung.
Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai apakah calon Yoon Suk-yeol atau tim kampanye calon Yoon saat itu memanfaatkan survei opini publik yang dimanipulasi oleh Myung, atau apakah mereka sebelumnya mengetahui fakta manipulasi tersebut, bahkan apakah mereka berkomplot dengan Myung dalam memanipulasi survei opini publik.