Generasi 2030 menggunakan AI untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri mereka dengan budaya bermain yang baru. Dalam konten seperti tantangan 'Definisi Satu Kata AI', AI menganalisis data percakapan pengguna dan mendefinisikan kepribadian atau preferensi seseorang dalam satu kata, yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat video pendek yang emosional. Selain itu, dalam permainan 'Penggeledahan AI', AI menganalisis catatan percakapan dengan pengguna dan menghasilkan gambar barang-barang virtual yang mencerminkan individualitas seseorang. Fenomena ini terkait dengan kecenderungan generasi muda untuk merasa terbebani saat mengungkapkan diri mereka sepenuhnya kepada orang lain, dan diinterpretasikan sebagai keinginan untuk mengkonfirmasi 'diri sejati' melalui AI. Namun, kekhawatiran muncul seiring dengan penggunaan istilah 'penggeledahan' yang merupakan prosedur hukum dalam konteks hiburan di media sosial. Hal ini memunculkan kekhawatiran tentang trivialitas penegakan hukum dan perlunya kewaspadaan terhadap paparan informasi pribadi.