Presiden Iran, Ebrahim Raisi, mengutuk Amerika Serikat sebagai negara teroris dalam pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diadakan di New York. Ia menunjukkan foto mahasiswa Iran yang tewas akibat serangan udara AS sebelumnya dan menuduh Amerika melakukan invasi barbar terhadap Iran. Presiden Raisi menekankan bahwa Iran hanya melakukan bela diri dan bukan teroris, serta mengidentifikasi Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik serangan terhadap Iran. Pidato ini merupakan peristiwa yang sangat tidak biasa, di mana pemimpin negara yang terlibat perang secara terbuka mengkritik musuh bebuyutannya di jantung wilayah mereka.