Calon Menteri Kehakiman Kim Seung-won diketahui telah mendaftarkan putra seorang hakim yang pernah menolak permohonan surat perintah penahanan terhadap pendiri Jenesel sebagai 'asisten legislatif' di kantornya selama tiga bulan. Kim, atas permintaan Ketua Hakim Jung, menjelaskan sistem asisten legislatif dan prosedur perekrutannya, sementara Jung menerima gaji bulanan 1 juta won untuk melakukan tugas-tugas riset. Pihak Kim membantah tuduhan 'keterampilan khusus', menyatakan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara penolakan surat perintah penahanan dan pekerjaan asisten legislatif. Mereka juga menjelaskan bahwa Jung membantu dalam kegiatan legislatif. Namun, ketidakkonsistenan dalam penjelasan tentang hubungan masa lalu antara Kim dan Ketua Hakim Jung diperkirakan akan memicu kontroversi.