Bank of Korea telah menganalisis dampak kenaikan suku bunga pada tingkat rumah tangga dan menemukan bahwa rumah tangga yang memiliki banyak pinjaman untuk pembelian rumah ('rumah tangga dengan pinjaman tinggi') paling rentan terhadap fluktuasi suku bunga, dan kemungkinan penyebaran risiko kredit dalam rumah tangga juga tinggi. Secara khusus, rumah tangga dengan pendapatan rendah dan rumah tangga pengusaha individu serta perwakilan badan hukum juga menunjukkan sensitivitas suku bunga yang tinggi. Bank of Korea menganalisis bahwa jika rasio pelunasan utang (DSR) melebihi 46%, akan mengakibatkan penurunan konsumsi, dan menekankan perlunya memperhatikan risiko gagal bayar bagi rumah tangga dengan pinjaman tinggi untuk pembelian rumah, kemungkinan transfer risiko kredit antar anggota rumah tangga, serta beban pelunasan hutang yang tinggi bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.