Belakangan ini, seorang YouTuber menjadi kontroversial setelah merilis rekaman CCTV yang menunjukkan dirinya jatuh di KTX. Hal ini memicu diskusi tentang peraturan akses CCTV. Setiap orang berhak meminta akses ke rekaman CCTV yang menampilkan diri mereka sendiri, karena Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi memberikan hak akses informasi kepada subjek data. Namun, jika rekaman tersebut melibatkan orang lain, diperlukan pengaburan wajah atau tindakan anonimisasi lainnya, yang mungkin memerlukan biaya. Dalam kasus CCTV di penitipan anak, Undang-Undang Perlindungan Anak memungkinkan wali untuk melihat rekaman asli untuk memastikan keselamatan anak mereka tanpa kewajiban pengaburan. Di sekolah, siswa juga dapat mengakses rekaman CCTV yang menampilkan diri mereka sendiri berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Namun, jika rekaman tersebut melibatkan siswa lain, diperlukan persetujuan atau tindakan anonimisasi. Sengketa terkait akses CCTV dapat diselesaikan melalui Komisi Perlindungan Data Pribadi.