Di lapangan bisbol Korea Selatan, tradisi menyanyikan lagu kebangsaan dan upacara nasional sebelum pertandingan telah berlangsung lama. Dahulu, pada masa pemerintahan Park Chung-hee, 'Sumpah Setia kepada Bendera' diperluas secara nasional. Namun, ketika pemerintahan progresif berkuasa, muncul kritik terhadap paksaan kesetiaan individu. Akhirnya, pada masa pemerintahan Roh Moo-hyun, frasa 'Tanah Air dan Bangsa', 'Dengan Tubuh dan Jiwa' dihapus, tetapi upacara nasional itu sendiri tetap dipertahankan. Survei terbaru juga menunjukkan bahwa sebagian besar orang ingin upacara nasional seperti menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan bisbol tetap dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran komunitas orang Korea masih sangat kuat.