Di Republik Demokratik Kongo, Ebola menyebar secara eksponensial dan jumlah kematian telah melebihi 2.500 orang. CDC Afrika mengkhawatirkan bahwa jumlah infeksi sebenarnya bisa tiga kali lipat dari angka resmi yang dilaporkan. Pemerintah Republik Demokratik Kongo telah memulai vaksinasi dengan vaksin Ervebo dan meminta pasokan vaksin tambahan dari organisasi internasional seperti WHO. PBB memperingatkan bahwa laju penyebaran Ebola lebih cepat daripada upaya tanggapan dan menekankan pentingnya mengerahkan tenaga dan sumber daya.