Patung perunggu penyanyi legendaris Dalida di Montmartre, Paris, mengalami fenomena bagian dada yang berubah menjadi keemasan karena sentuhan wisatawan. Pemerintah kota Paris telah melakukan pekerjaan restorasi tiga minggu lalu untuk mengembalikan warna aslinya, tetapi para wisatawan terus menyentuh dada sehingga keemasan itu mulai muncul kembali. Tindakan ini memicu perdebatan tentang diskriminasi gender, di mana kelompok perempuan dan beberapa politisi mengkritiknya sebagai tindakan yang menunjukkan superioritas laki-laki dan merendahkan. Di sisi lain, adik laki-laki Dalida menyatakan bahwa ia tidak merasa tidak hormat dengan tindakan tersebut. Pemerintah kota Paris berencana untuk terus mengerahkan tenaga profesional untuk pemeliharaan patung dan akan mempertimbangkan cara untuk meminimalkan kontak wisatawan.