Presiden Yoon Suk-yeol dibebaskan setelah 52 hari ditahan dengan tuduhan pemberontakan. Media internasional utama menyatakan kekhawatiran bahwa pembebasan presiden akan memperdalam konflik politik dalam masyarakat Korea. Khususnya, para pendukung Presiden Yoon menyambut pembebasan beliau, namun kelompok oposisi khawatir dia akan memperdalam perpecahan nasional melalui pernyataan dan tindakan yang semakin ekstrem. Media asing melaporkan bahwa meskipun Presiden Yoon akan menjalani persidangan tanpa penahanan, pembebasannya tidak akan mempengaruhi pengadilan pidana atas tuduhan pemberontakan atau proses impeachment. Jika Mahkamah Konstitusi memutuskan impeachment, pemilihan presiden harus diselenggarakan dalam waktu dua bulan.