Partai Kekuatan Rakyat mengkritik Presiden Yoon Suk Yeol yang menginstruksikan peninjauan ulang RUU Amandemen Sistem Investasi dan Pencegahan Penurunan Harga Saham. Juru bicara senior Park Sung Hoon mengatakan bahwa presiden menghindari tanggung jawab dalam proses perumusan kebijakan dan hanya ingin merevisi kebijakan setelah ada penolakan dari rakyat. Ia menyebutnya sebagai "pemerintahan yang terburu-buru". Selain itu, ia menekankan bahwa pemerintah tidak memverifikasi dengan benar dampak dan efek samping kebijakan sebelum diumumkan. Ia juga menyinggung masalah pengurangan manfaat ISA dan pajak bagi pemilik rumah non-residen. Anggota parlemen Ahn Cheol Soo juga menentang amandemen ISA dan menuntut pergantian pejabat yang bertanggung jawab.