Sekitar 60 ribu imigran Maroko secara ilegal masuk ke wilayah Spanyol, Ceuta, tetapi sebagian besar telah kembali ke Maroko. Insiden ini memicu kontroversi diplomatik dan politik yang mengelilingi pemerintah Spanyol. Diduga bahwa pemerintahan Trump di Amerika Serikat ikut campur dalam peristiwa ini, dan Israel juga mengkritik Spanyol. Selain itu, Italia memutuskan untuk menutup perbatasan laut dan udara dengan Spanyol, memicu konflik di Eropa. Namun, Komisi Eksekutif Uni Eropa menyatakan penentangannya terhadap penghentian sementara Perjanjian Schengen.