Militer AS melakukan serangan udara terhadap puluhan target milik IRGC (Korps Pengawal Revolusi Islam Iran) di Iran sebagai tanggapan atas peluncuran rudal balistik oleh Iran ke pangkalan militer AS pada tanggal 28. Serangan udara ini menunjukkan respons yang kuat dari militer AS terhadap upaya serangan rudal Iran dan menargetkan fasilitas rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan dan pertahanan pesisir. Iran sebelumnya telah meningkatkan konflik dengan menyerang pangkalan dan fasilitas minyak milik Amerika Serikat dan Arab Saudi. Serangan balasan AS diperkirakan akan memperburuk lagi konfrontasi militer antara kedua belah pihak.