Baru-baru ini, volume perdagangan pasar aset kripto dalam negeri menurun drastis menjadi sekitar 1% dari pasar saham. Penurunan ini disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor seperti penurunan harga Bitcoin, aliran dana ke pasar saham domestik ('money move'), dan struktur pasar domestik yang berpusat pada altcoin. Secara khusus, bursa asing menawarkan berbagai produk seperti kontrak berjangka dan perdagangan leverage, yang mendorong keluarnya investor domestik. Dalam tren ini, kekhawatiran muncul mengenai melemahnya daya saing bursa aset kripto dalam negeri.