Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama seminggu, menyebabkan situasi di sekitar Selat Hormuz semakin tegang. Amerika Serikat telah melakukan serangan udara selama enam hari berturut-turut untuk melemahkan kekuatan militer Iran, dan kali ini mereka memperluas targetnya dengan menyerang fasilitas sipil seperti pelabuhan, persimpangan kereta api, dan jembatan. Sebagai pembalasan, Iran menyerang negara-negara Arab tetangga seperti Qatar, Kuwait, dan Bahrain, memperkuat serangan balasannya. Aksi militer yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran mengancam kebebasan lalu lintas di Selat Hormuz dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang.