Menyusul dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadap Presiden Yoon Suk-yeol, para pendukungnya menyerbu Pengadilan Wilayah Barat Seoul dan merusak gedung pengadilan. Polisi menganggap insiden ini sebagai tantangan serius terhadap supremasi hukum dan mengumumkan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan penangkapan terhadap semua pelaku pelanggaran hukum, termasuk dalang utamanya. Selain itu, polisi menekankan bahwa mereka akan merespons dengan tegas setiap rapat umum yang ilegal dan kekerasan yang mungkin terjadi di masa depan, terlepas dari kelompok mana pun yang terlibat, sesuai dengan hukum dan prinsip yang berlaku. Sejauh ini, polisi telah menangkap dan sedang menyelidiki 86 individu karena tindakan ilegal kolektif yang terjadi selama dua hari di depan Pengadilan Wilayah Barat.