Eksekusi surat perintah penangkapan kedua terhadap Presiden Yoon Suk-yeol dijadwalkan untuk pukul 5 pagi besok. Polisi berencana mengerahkan sekitar 1.000 petugas, menahan diri dari penggunaan senjata api, mengenakan rompi pelindung, dan menghilangkan rintangan yang menghalangi akses. Layanan Keamanan Presidensial mempertahankan posisinya menolak masuk tanpa otorisasi sebelumnya. Polisi meminta kerja sama dari layanan keamanan untuk eksekusi surat perintah yang aman dan damai, namun layanan keamanan menyatakan akan merespons sesuai dengan protokol tugas keamanan. Operasi penangkapan ini adalah proses penting dalam memulihkan supremasi hukum yang dirusak oleh Presiden Yoon Suk-yeol.