루후트, 3T의 MBG 문제 드러내: 많은 부분이 부정확하고, 돈은 이미 나갔다!
Luhut Exposes MBG Problems in 3T: Many Things Wrong, Funds Already Spent!
Luhut Endus Masalah MBG di 3T: Banyak yang Nggak Benar, Uang Sudah Keluar!
Luhut Endus Masalah MBG di 3T: Banyak yang Nggak Benar, Uang Sudah Keluar!
Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2026 10:54 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).Hal ini berdasarkan pertemuannya dengan dua Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Trenggono. Ia menyebut, pelaksanaan MBG di daerah 3T banyak yang tidak berjalan dengan baik, padahal anggaran untuk program tersebut telah digelontorkan."Karena ini sudah kejadian, nggak bisa dipotong begitu aja, karena tadi apa, karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang nggak benar, padahal sudah keluar uangnya. Jadi bagaimana ini, ya kalau mau diributin kan repot. Jadi, kita harus selalu berpikir cari solusi yang terbaik untuk republik," ungkap Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Luhut, pemerintah saat ini terpaksa memperbaiki berbagai persoalan yang sebenarnya dapat dihindari apabila perencanaan dilakukan secara lebih matang sejak awal. Menurut Luhut, program MBG idealnya dimulai dari daerah 3T."Tim Makan Bergizi juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan-masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya enggak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T misalnya," sebut Luhut.Luhut juga menilai pelaksanaan program besar pemerintah seharusnya diawali dengan studi dan perencanaan yang lebih baik. Hal ini bertujuan agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak awal."Jadi, kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper. Jadi, masalah kita adalah ide-ide besar presiden, tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah," tuturnya.Meski demikian, Luhut menilai pelaksanaan MBG saat ini sudah menunjukkan perbaikan. Evaluasi terus dilakukan pemerintah untuk menyempurnakan berbagai aspek dan kekurangan."Saya kira sudah bagus sekarang, tinggal kita poles kiri-kanan, kiri-kanan. Saya kira dalam setahun ke depan akan kelihatan lebih baik. Jadi, kita tidak perlu terlalu cepat buruk sangka. Memang kemarin kita mungkin kurang, langsung bikin gede tanpa melakukan piloting, tapi saya berharap sekarang perbaikan-perbaikan yang terjadi," tutup Luhut.
(ily/ara)
Luhut Uncovers MBG Issues in Underdeveloped Regions: Many Things Wrong, Money Already Spent!
Ilyas Fadilah - detikFinance
Thursday, 25 Jun 2026 10:54 WIB
Head of the National Economic Council (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan/Photo: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta - Head of the National Economic Council (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan revealed several problems in the implementation of the Free Nutritious Meal program (MBG), especially in underdeveloped, frontier, and outermost regions (3T).This is based on his meeting with two Deputy Heads of the National Nutrition Agency (BGN), Agustina Arumsari and Trenggono. He stated that the implementation of MBG in 3T regions has many problems, even though the budget for the program has already been allocated."Because this has already happened, we can't just cut it off like that, because well, because in the 3T regions mentioned it turns out there were many things that weren't right, yet the money has already been spent. So what do we do, if we want to make a big issue out of it that would be complicated. So we must always think and find the best solution for the republic," said Luhut at the Rule of Law and Economic Growth Seminar at the DEN Office, Central Jakarta, Thursday (25/6/2026).
According to Luhut, the government is currently forced to fix various problems that could actually have been avoided if planning had been done more carefully from the start. According to Luhut, the MBG program should ideally start from 3T regions."The Nutritious Meal Team also invited the Economic Council to a meeting last night and we provided input, forced to fix things that actually didn't need fixing if we started from scratch, 3T regions for example," said Luhut.Luhut also assessed that the implementation of large government programs should be preceded by better study and planning. This is intended so that various obstacles can be anticipated from the start."So we waste time arguing among ourselves which actually didn't need to happen if from the beginning the planning and study had been done properly. So our problem is that the president's big ideas, we didn't prepare their mature planning. That's all our fault," he said.Nevertheless, Luhut assessed that the implementation of MBG is now showing improvement. The government continues to conduct evaluations to improve various aspects and shortcomings."I think it's good now, we just need to polish things here and there. I think in the coming year it will look better. So we don't need to think too badly too quickly. Yes, yesterday we may have fallen short, went straight to scaling up without doing piloting, but I hope there are improvements happening now," Luhut concluded.
(ily/ara)
Luhut Endus Masalah MBG di 3T: Banyak yang Nggak Benar, Uang Sudah Keluar!
Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2026 10:54 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).Hal ini berdasarkan pertemuannya dengan dua Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Trenggono. Ia menyebut, pelaksanaan MBG di daerah 3T banyak yang tidak berjalan dengan baik, padahal anggaran untuk program tersebut telah digelontorkan."Karena ini sudah kejadian, nggak bisa dipotong begitu aja, karena tadi apa, karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang nggak benar, padahal sudah keluar uangnya. Jadi bagaimana ini, ya kalau mau diributin kan repot. Jadi, kita harus selalu berpikir cari solusi yang terbaik untuk republik," ungkap Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Luhut, pemerintah saat ini terpaksa memperbaiki berbagai persoalan yang sebenarnya dapat dihindari apabila perencanaan dilakukan secara lebih matang sejak awal. Menurut Luhut, program MBG idealnya dimulai dari daerah 3T."Tim Makan Bergizi juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan-masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya enggak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T misalnya," sebut Luhut.Luhut juga menilai pelaksanaan program besar pemerintah seharusnya diawali dengan studi dan perencanaan yang lebih baik. Hal ini bertujuan agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak awal."Jadi, kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper. Jadi, masalah kita adalah ide-ide besar presiden, tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah," tuturnya.Meski demikian, Luhut menilai pelaksanaan MBG saat ini sudah menunjukkan perbaikan. Evaluasi terus dilakukan pemerintah untuk menyempurnakan berbagai aspek dan kekurangan."Saya kira sudah bagus sekarang, tinggal kita poles kiri-kanan, kiri-kanan. Saya kira dalam setahun ke depan akan kelihatan lebih baik. Jadi, kita tidak perlu terlalu cepat buruk sangka. Memang kemarin kita mungkin kurang, langsung bikin gede tanpa melakukan piloting, tapi saya berharap sekarang perbaikan-perbaikan yang terjadi," tutup Luhut.
(ily/ara)