Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan penipuan pada 25 merek beras fortifikasi dari total 27 merek yang diperiksa. Beras-beras tersebut tidak memenuhi standar karena kandungan gizinya tidak sesuai dengan klaim pada kemasan. Harga jual beras fortifikasi yang seharusnya sekitar Rp13.000 per kilogram dijual hingga Rp57.000 per kilogram, diduga karena penipuan selisih harga mencapai Rp44.000 per kilogram. Praktik ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp89 triliun. Hanya 2 merek beras fortifikasi yang dinyatakan memenuhi syarat yaitu SMP dan IAP.