Tren global melarang penggunaan media sosial untuk anak dan remaja semakin meluas. Alasan utama kebijakan ini adalah kekhawatiran akan eksploitasi seksual anak, perundungan siber, dampak negatif terhadap kesehatan mental, dan fitur aplikasi yang dianggap adiktif. Beberapa negara yang telah menerapkan atau merencanakan larangan ini antara lain Australia, Austria, Brasil, Kanada, Denmark, Uni Eropa, dan Prancis. Meskipun demikian, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan serta menimbulkan kekhawatiran tentang privasi digital dan kebebasan berekspresi.