Utang luar negeri Indonesia pada triwulan kedua tahun 2026 naik menjadi US$453,4 miliar, meningkat 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan utang luar negeri publik, baik pemerintah maupun bank sentral, sementara utang luar negeri swasta mengalami kontraksi. Struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat dengan rasio terhadap PDB sebesar 30,6% dan didominasi oleh utang jangka panjang. Pemerintah berkomitmen untuk mengelola utang luar negeri secara prudent dan memanfaatkannya untuk mendukung pembiayaan sektor produktif. Utang luar negeri swasta terutama berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, serta pertambangan.