SpaceX mencatat lonjakan pendapatan sebesar 92% pada kuartal kedua tahun 2026 menjadi Rp 140,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh bisnis layanan internet satelit Starlink dan layanan komputasi AI, yang untuk pertama kalinya menghasilkan pendapatan lebih besar daripada bisnis peluncuran roket. Bisnis AI SpaceX mencetak pendapatan Rp 46,7 triliun, sementara bisnis peluncuran roket hanya menghasilkan Rp 17,3 triliun. Starlink tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan Rp 75,5 triliun dan merupakan satu-satunya unit bisnis yang menguntungkan. SpaceX terus memperluas kemitraan Starlink dengan maskapai penerbangan global.