Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) diketahui telah meminta informasi rahasia terkait memori bandwidth tinggi (HBM) kepada SK Hynix (000660), dengan alasan untuk memverifikasi apakah Samsung Electronics (005930) melanggar paten perusahaan domestik. Karena ITC menuntut tidak hanya metode desain HBM tetapi juga kapasitas produksi, informasi biaya, dan rahasia bisnis secara umum, kekhawatiran industri semikonduktor dalam negeri semakin besar.
Permintaan kali ini terkait dengan litigasi paten yang sedang berlangsung antara Netlist dan Samsung Electronics. Netlist mengajukan kasus ke ITC pada November tahun lalu, menuduh bahwa semikonduktor memori seperti HBM dan DDR5 dari Samsung Electronics melanggar teknologi mereka. Mereka juga meminta agar ITC mengeluarkan perintah pengecualian impor untuk melarang produk tersebut masuk ke Amerika Serikat.
Netlist tiba-tiba meminta informasi terkait produk dan investasi SK Hynix kepada ITC untuk mendukung klaim mereka, dan ITC menerima permintaan tersebut. Seorang pejabat industri mengatakan, "Bagi perusahaan, melepaskan rahasia dagang keluar adalah beban yang besar," dan menambahkan, "Permintaan ITC cukup berlebihan."
Tampaknya Netlist melibatkan SK Hynix dalam pertentangan dengan Samsung Electronics untuk membenarkan permintaan larangan impor semikonduktor. ITC memverifikasi tidak hanya pelanggaran paten tetapi juga apakah ada industri yang menggunakan paten di Amerika Serikat (persyaratan industri domestik) sebelum mengeluarkan larangan impor. Ini karena jika tidak ada industri di Amerika Serikat yang dirugikan oleh pelanggaran paten, maka larangan impor tidak memiliki manfaat praktis.
▶ Sumber asli: https://v.daum.net/v/20260211145323907