Generasi Z, Berpisah dengan Televisi: Hampir Setengah Sudah Mengonsumsi Konten Hanya Melalui Ponsel

180.60.***.***
3


Karena artikel ini diterjemahkan dari bahasa asing, mungkin terdapat kesalahan terjemahan.


https://www.avpasion.com/generacion-z-abandona-televisor-mitad-movil/

 

 

 

Generasi Z Berpisah dengan TV: Hampir Setengah Sudah Mengonsumsi Konten Hanya melalui Ponsel


Beberapa penelitian menunjukkan tren konsumsi yang mengkhawatirkan yang berfokus pada YouTube dan TikTok.

 

tvmonitor_432245_20260222220546_584e564c6c6bdbb8_thumb.jpg

 

Meskipun sudah diprediksi, pada tahun 2026 ini, Generasi Z mulai meninggalkan TV dan mayoritas memilih ponsel pintar sebagai perangkat konsumsi konten.

 

Apa yang mereka sukai? Ya, YouTube dan TikTok. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih suka menonton film atau serial TV (dan streaming game) di ponsel daripada di TV. Ponsel sekarang telah menjadi perpanjangan diri mereka dan ekspresi individualitas.

 

Brand juga menyadari hal ini dan mulai beradaptasi. LG meluncurkan StanbyMe, Samsung meluncurkan The Sero yang mendukung mode potret, dan sistem operasi semakin menguatkan fitur jejaring sosial dan layanan video vertikal, serta menambahkan banyak fitur game cloud ke TV. Semua upaya ini bertujuan untuk membuat Generasi Z kembali melirik TV daripada ponsel saat pergantian generasi terjadi.

 


Generasi Z Meninggalkan TV dan Memilih Ponsel sebagai Perangkat Konsumsi yang Digemari.


Generasi Z Berpisah dengan TV: Hampir Setengah Sudah Mengonsumsi Konten Hanya melalui Ponsel

 

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 kini telah dewasa dan mulai merdeka. Ini biasanya berarti mereka akan mendirikan rumah tangga dan menjadikan TV sebagai pusat teknologi di rumah. Setidaknya, itu terjadi pada generasi sebelumnya ketika waktu luang berpusat pada TV. Namun, situasi ini berubah secara fundamental bagi Generasi Z dan generasi setelahnya. Pusat waktu luang mereka adalah ponsel pintar.

 

Sebagai contoh, penelitian Deloitte menunjukkan bahwa untuk generasi ini, ponsel adalah fondasi kehidupan digital, dengan konsumsi konten media sosial dan YouTube telah melampaui konsumsi film. Oleh karena itu, konsumsi film terdorong ke posisi sekunder yang dilakukan melalui perangkat tambahan seperti TV.

 

Selain itu, Generasi Z menghabiskan waktu rata-rata 50 menit lebih banyak per hari untuk menonton konten yang dibuat oleh orang lain di platform media sosial daripada menonton konten TV (termasuk saluran penyiaran tradisional). Lebih dari setengah dari mereka mengatakan bahwa konten media sosial lebih penting daripada film baru atau film biasa.

 

Laporan GWI dan S&P Global Market juga menunjukkan hal yang sama. Laporan tersebut menyatakan bahwa 30% Generasi Z menganggap saluran TV tidak ada (konsumsi 0) dan waktu konsumsi konten media sosial dan konten multimedia serupa telah melebihi rata-rata 5 jam per hari, sementara konsumsi konten melalui TV terus menurun.

 


Alasan Menjauhi TV: Konten yang Tidak Dipersonalisasi dan Sifat Statis


Z generasi, TV mengucapkan selamat tinggal: hampir setengahnya sudah mengonsumsi konten melalui ponsel saja

 

Penyebab perubahan ini beragam, tetapi jika kita memikirkan generasi Z, kita dapat memahami alasannya dengan baik. Mereka menganggap TV sebagai sesuatu yang tidak relevan dan ketinggalan zaman. TV tidak portabel, sistem operasinya statis, dan dipenuhi iklan umum (mereka benar dalam hal ini).

 

Di sisi lain, ponsel menawarkan interaksi dan relevansi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, mereka menganggap smartphone hampir seperti perpanjangan diri mereka, dan mereka membentuk ikatan yang jauh lebih pribadi dengan pembuat konten YouTube atau TikTok daripada aktor Hollywood populer. Sama seperti perangkat (TV vs. ponsel), satu melambangkan sesuatu yang impersonal, kaku, dan statis, sementara yang lain melambangkan sesuatu yang dipersonalisasi, dinamis, dan cepat beradaptasi dengan preferensi Anda.

 

Selain itu, konsep 'menonton TV' itu sendiri telah hilang (sayang sekali bagi penggemar film seperti saya). Ini berlaku tidak hanya untuk perangkat TV fisik tetapi juga untuk bioskop. Bisakah Anda membayangkan generasi muda yang tidak mengeluarkan ponsel mereka dalam waktu kurang dari 3 menit selama menonton film untuk mengirim pesan atau membalas media sosial? Konsentrasi hancur karena media sosial.

 

Ini terkait dengan dinamisme yang disebutkan sebelumnya. Mereka bosan dengan hal-hal statis dan membutuhkan rangsangan yang singkat dan dipersonalisasi. Saat ini, hal-hal ini sulit dicapai oleh film atau TV.

▶ Sumber asli: https://www.avpasion.com/generacion-z-abandona-televisor-mitad-movil/

로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

자유게시판

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
8.35 -0.01

2026.07.10 KEB 하나은행 고시회차 1094회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!