Ini adalah terjemahan dari artikel asing, jadi mungkin ada kesalahan terjemahan.
QLED Tanpa Quantum Dot? TCL Kalah dalam Gugatan Iklan TV Palsu.

TCL kalah di pengadilan dan tidak lagi bisa menggunakan nama 'QLED' untuk model TV kelas bawah yang sebenarnya tidak mengandung quantum dot.
Label QLED terdengar premium, dan justru inilah yang menjadi inti putusan pengadilan Munich. Pengadilan Regional Munich I memutuskan bahwa iklan TCL untuk beberapa seri TV bersifat menipu, karena seri-seri tersebut sebenarnya tidak menggunakan teknologi quantum dot meski dipasarkan seolah-olah menggunakannya. Putusan ini belum final, tapi keputusan ini bisa berdampak secara internasional.
Ketika produsen mencantumkan 'QLED' pada spesifikasi, konsumen membentuk ekspektasi jelas bahwa produk tersebut mengandung quantum dot—nanopartikel yang menghasilkan warna lebih tajam, gamut warna lebih luas, dan tampilan gambar yang secara keseluruhan lebih hidup. Di sinilah tepatnya sengketa hukum besar-besaran ini muncul.
Pengadilan Regional Munich I memutuskan bahwa TCL Deutschland GmbH & Co. KG tidak boleh lagi mengiklankan model TV tertentu sebagai QLED atau menggambarkannya seolah-olah menggunakan teknologi quantum dot. Gugatan ini diajukan oleh Samsung, yang mengklaim TCL menyesatkan konsumen dengan memasarkan seri tersebut sebagai QLED padahal teknologi terkait sama sekali tidak ada di model-model itu.
QLED Tanpa Quantum Dot Bukanlah QLED
Yang menarik, pengadilan mencatat dalam pertimbangannya sebagai berikut: meskipun tidak ada standar industri baku agar TV bisa resmi disebut 'QLED,' konsumen yang menemukan label ini berekspektasi bahwa quantum dot benar-benar memberikan reproduksi warna yang secara nyata lebih baik.
Dan penilaian pengadilan adalah bahwa perangkat yang dipermasalahkan ini sama sekali tidak memenuhi standar tersebut. Bukti yang diajukan pihak Samsung cukup membuktikan hal ini, dan TCL gagal memberikan bantahan yang meyakinkan.
TCL: 5 Seri TV Kelas Bawah Tidak Boleh Lagi Diiklankan sebagai QLED

Berdasarkan putusan ini, total ada 5 seri yang terdampak: C655, C508, QM8B, QLED870, dan C69B. Model TCL QLED870 khususnya berada dalam situasi canggung, karena 'QLED' sudah tertanam langsung dalam nama modelnya. TCL harus menghentikan penggunaan penamaan tersebut dan memperbaikinya. Yang penting, putusan ini dijatuhkan pada 23 Februari 2026, tapi belum final.
Jadi TCL bisa mengajukan banding. Tapi masalah ini sepertinya tidak akan berhenti di sini. Karena Samsung sudah memiliki gugatan yang berjalan di luar Jerman juga, mereka berharap putusan ini bisa menjadi preseden internasional. Di AS, gugatan class action terhadap TCL sedang berjalan, dan di Korea, Komisi Perdagangan yang Adil Korea (KFTC) sedang menangani masalah ini.
Kabar Baik untuk Konsumen
Kita sudah terbiasa bertahun-tahun dengan hubungan yang bermusuhan antar produsen TV. Sulit menghitung seberapa sering kita memberitakan perseteruan hukum antara Samsung dan LG. Sekilas, gugatan ini mungkin terasa agak berlebihan, dan tampak seolah tujuan utama Samsung adalah memperkuat posisi pasarnya sendiri ketimbang melindungi hak konsumen. Tapi tetap saja benar bahwa produsen TV asal Korea ini ada benarnya.
Umumnya, saat mendengar QLED, kita membayangkan TV atau monitor yang menggunakan material quantum dot untuk mengoptimalkan reproduksi warna. Kalau ini sama sekali tidak ada, ini jelas iklan yang menyesatkan. Mungkin putusan ini nantinya akan menjadi semacam pedoman yang mencegah konsumen tertipu oleh janji 'QLED' palsu di masa depan.
▶ Sumber asli: https://www.4kfilme.de/qled-ohne-quantum-dots-tcl-verliert-vor-gericht-wegen-irrefuehrender-tv-werbung/