Karena ini merupakan terjemahan artikel asing, mungkin terdapat kekeliruan penerjemahan.
PlayStation menganggap Xbox benar-benar tamat, dan kini memandang Steam sebagai pesaing utama barunya

Lanskap konsol berubah cepat dalam beberapa tahun terakhir, dan PlayStation pun tak luput darinya. Meski begitu, perubahan paling signifikan tak diragukan lagi adalah langkah Xbox. Mengulang apa yang dahulu terjadi pada SEGA, Xbox kini berfokus langsung pada perannya sebagai pengembang dan penerbit game.
Benar bahwa Xbox masih memiliki konsolnya sendiri, tetapi penjualannya turun cukup jauh dan Microsoft jelas berfokus pada konten gamenya sendiri serta memperluas game tersebut ke lebih banyak platform.
Karena itu wajar bila PlayStation tidak lagi menganggap Xbox sebagai pesaing. Yang menarik, PlayStation mulai memperhitungkan Steam sebagai pesaing — tepatnya setelah pengumuman 'Steam Machine', yang hingga kini belum memiliki tanggal rilis maupun harga resmi.

PlayStation tidak lagi memandang Xbox sebagai pesaing
Hal ini disampaikan Mike Ybarra, eksekutif ternama di industri ini sekaligus mantan presiden Blizzard Entertainment yang kini dimiliki Xbox. Besar kemungkinan ia memegang informasi penting yang tidak kita ketahui.

Secara spesifik, ia menulis di akun X (dahulu Twitter) miliknya: "Mereka (PlayStation) memandang Valve sebagai pesaing utama yang baru. Valve akan masuk ke ruang keluarga dan pasar konsol lewat Steam Machine dan mungkin varian pihak ketiga yang menjalankan SteamOS. Valve jarang membuat kesalahan, dan cerdas bagi PlayStation untuk menyadarinya."
Banyak pengguna membalas dengan menunjuk berbagai persoalan yang akan dihadapi Steam di ranah ini, tetapi Mike Ybarra menjawab dengan menyebut basis pengguna terpasang Steam yang sangat besar, jumlah pengguna aktifnya, serta kebijakan pengembalian dana yang termasuk terbaik di industri.

Sementara itu, banyak pengguna mengaitkan kabar ini dengan berita pekan lalu bahwa 'PlayStation mungkin berhenti merilis game ke PC'. Jika benar, itu akan menjadi perubahan strategi PlayStation yang sangat drastis menurut informasi yang ada sejauh ini.
Penjelasan atas langkah ini
Jika kehadiran Steam Machine membuat Steam dianggap pesaing, maka terus merilis game ke PC berarti menyediakan game sendiri bagi platform pesaing — setidaknya bila strategi saat ini dipertahankan apa adanya.
Ada satu cara menghindarinya, dan itu sejalan dengan yang sebelumnya diberitakan: yakni bahwa PlayStation telah berupaya membangun toko PC-nya sendiri. Dengan begitu, gamenya dapat dicegah berjalan di Steam Machine berbasis SteamOS (sistem operasi berbasis Linux), sebab sistem berbasis Linux bisa sangat kesulitan menjalankan program tertentu yang dioptimalkan untuk Windows.

Meski demikian, menurut berbagai laporan, pihak PlayStation tampaknya menilai cara ini tidak dapat dijalankan. Laporan-laporan itu menyebut secara langsung bahwa PlayStation akan berhenti merilis game ke PC, kecuali judul multipemain tertentu yang perlu mempertahankan basis pemain besar dari waktu ke waktu.
Bagaimanapun, saat ini semuanya masih berdasarkan laporan dan bocoran. Sumbernya memang kredibel, tetapi belum ada pengumuman resmi, sehingga sebaiknya menunggu hingga PlayStation mengeluarkan pernyataan. Meski begitu, konsekuensi pertama keputusan ini bisa mulai terlihat bahkan sebelum itu, berupa makin sedikitnya game PlayStation yang hadir di PC.
▶ Sumber asli: https://www.avpasion.com/playstation-xbox-nueva-competidora-steam/