Presiden Indonesia Prabowo Subianto merencanakan restrukturisasi sistem politik untuk mengatasi biaya pemilihan yang tinggi. Prabowo berpendapat bahwa Indonesia telah kehilangan kepemimpinan setelah 25 tahun reformasi, dan menunjukkan kebingungan masyarakat, pertengkaran politik yang tanpa tujuan, dan biaya pemilihan yang mahal sebagai masalah utama. Prabowo mengusulkan agar pemilihan pemimpin daerah seperti gubernur, bupati, dan walikota dikembalikan untuk dipilih oleh dewan perwakilan rakyat daerah, dengan tujuan mengurangi biaya politik yang tinggi melalui langkah ini.