Sony Group dan Honda yang merupakan pemegang saham dari Sony Honda Mobility mengumumkan penghentian pengembangan dan penjualan mobil listrik pada tanggal 25.
Menurut Nikkei dan Asahi Shimbun, Sony Honda Mobility memutuskan untuk menghentikan penjualan mobil listrik 'Afeela 1' yang telah dibuka pemesanan di Amerika Serikat dan model penerusnya yang direncanakan akan diluncurkan setelah tahun 2028.
Afeela 1 dijadwalkan akan diluncurkan di Amerika Serikat tahun ini dengan harga jual mulai dari $89.900 (sekitar Rp1,34 miliar).
Afeela merupakan hasil kolaborasi antara Sony, perusahaan hiburan terkemuka Jepang, dan Honda, perusahaan otomotif. Sony Honda Mobility yang didirikan pada tahun 2022 mendefinisikan Afeela sebagai 'platform hiburan bergerak'.
Nikkei melaporkan bahwa "Sony Honda Mobility diharapkan menjadi aliansi Jepang yang akan menantang Tesla di Amerika Serikat dengan menggabungkan teknologi digital Sony Group dan teknologi produksi Honda". Nikkei juga menyebutkan bahwa Sony Group berencana untuk menjadikan Afeela sebagai ruang hiburan baru.
Namun, karena Honda memutuskan untuk mengurangi bisnis mobil listrik akibat permintaan yang rendah, Afeela tidak sempat diluncurkan ke pasaran.
Honda sebelumnya telah menghentikan pengembangan tiga model mobil listrik yang direncanakan akan diproduksi di Amerika Utara dan memproyeksikan kerugian hingga 690 miliar yen (sekitar Rp6,5 triliun) pada tahun fiskal 2025 (April 2025 - Maret 2026) karena peninjauan ulang strategi mobil listrik.
Kegagalan peluncuran Afeela diperkirakan akan semakin menurunkan daya saing Jepang dalam industri mobil listrik.
https://imgnews.pstatic.net/image/001/2026/03/25/PYH2026010715780001300_P4_20260325200812915.jpg?type=w860
▶ Sumber asli: https://n.news.naver.com/article/001/0015981884?sid=104