Ini adalah terjemahan artikel luar negeri, jadi mungkin ada kesalahan terjemahan.
https://www.flatpanelshd.com/news.php?subaction=showfull&id=1776423441
Smart TV semakin berpusat pada iklan dan konsumsi data semakin meningkat.

Smart TV menyediakan pintu gerbang ke dunia streaming, tetapi juga mengumpulkan sejumlah besar data tentang pengguna. Data ini digunakan untuk iklan dan bahkan mungkin mengandung malware. Tren ini terus berkembang.
FlatpanelsHD telah mencatat selama bertahun-tahun bagaimana pengumpulan data dan iklan menjadi elemen inti dalam Smart TV termasuk Google TV, Fire TV, Tizen, webOS, dan Roku. Center for Digital Democracy (CDD) menyebutnya sebagai "mimpi buruk privasi".
Menurut laporan lain, selama Smart TV terhubung ke internet, teknologi yang disebut ACR (Automatic Content Recognition) terus menangkap tangkapan layar dari semua layar yang ditonton pengguna, termasuk koneksi HDMI. Awal tahun ini, lima produsen TV digugat karena praktik ini.
Pengumpulan Data yang Dipimpin oleh Iklan
Pengumpulan data dilakukan untuk memungkinkan iklan yang dipersonalisasi di TV, tetapi lebih sering digunakan untuk menargetkan iklan saat Anda menonton konten di layanan atau platform lain seperti PC atau ponsel. Dengan kata lain, ini berarti iklan dapat mengikuti Anda saat Anda berkeliling di internet.
Ini bukan berarti produsen Smart TV mengendalikan iklan yang muncul saat menonton YouTube, tetapi data yang dikumpulkan dapat mempengaruhi iklan yang ditampilkan kepada Anda. Ini juga dapat mempengaruhi konten apa dan kapan direkomendasikan. Demikian pula, tindakan Anda di tempat lain di internet dapat menentukan bentuk iklan yang muncul di TV. Terutama jika ada profil pengguna, data tentang kebiasaan dan preferensi Anda digabungkan.
Ini menjelaskan mengapa produsen Smart TV akhir-akhir ini bersemangat mengadopsi saluran TV gratis berbasis iklan yang disebut FAST.
Iklan dalam antarmuka Smart TV telah diperkenalkan setelah pembelian produk dalam beberapa kasus. Ini dimungkinkan karena produsen dapat memperbarui perangkat lunak, dan produsen sering melakukan ini tanpa memberi tahu pengguna tentang perubahan. Regulasi untuk melindungi konsumen di bidang ini terbatas.
Anda mungkin sudah menyadari peningkatan iklan di carousel atas atau layar beranda Smart TV. Banyak item "rekomendasi" di sana adalah iklan bermitra berbayar. Atau Anda mungkin telah melihat iklan ketika Smart TV memasuki mode screensaver. Iklan juga meningkat di layanan streaming itu sendiri, tetapi ini berada di luar kendali produsen TV. Platform TV menampilkan iklan di carousel atas, dan ini tidak selalu untuk film atau serial baru. Item rekomendasi di bawah juga merupakan iklan bermitra berbayar.

Faktor yang Membuat Smart TV Lebih Terjangkau
Produsen mengklaim bahwa data juga digunakan untuk pengembangan produk, tetapi ini hanyalah bagian kecil dari gambaran keseluruhan.
Klaim lain adalah bahwa ini membantu menurunkan harga pembelian awal TV atau setidaknya menjaga harga tetap stabil. Pada saat banyak produk lain mengalami kenaikan harga karena inflasi, TV sebenarnya relatif terjangkau. Akibatnya, konsumen mendapatkan TV lebih murah dengan menerima partisipasi dalam ekosistem iklan.
Tetapi pemenang terbesar masih tetap produsen TV. Karena jika pengguna mengizinkan, mereka dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan melalui iklan selama siklus hidup TV. Di Amerika Serikat, percobaan sedang dilakukan untuk menyediakan Smart TV secara gratis sebagai imbalan pengguna menerima iklan dan pengumpulan data.
Tren yang Berkembang
Praktik ini terutama dipimpin oleh perusahaan teknologi besar Amerika seperti Amazon, Google, dan Meta, serta pemain yang lebih kecil seperti Roku dan Vizio, tetapi platform TV di Asia dan Eropa juga bergabung dengan tren ini. Dalam beberapa minggu terakhir, gerakan tambahan telah diamati untuk membuat Smart TV lebih berpusat pada iklan.
Misalnya, Roku menggabungkan saluran TV over-the-air dengan koneksi internet. Awalnya, keduanya tidak saling terkait. Melalui ini, Roku dapat mengumpulkan data pengguna melalui tangkapan layar (ACR), dll. Setelah keluhan pengguna diajukan, Roku setuju untuk menghapus persyaratan koneksi internet untuk TV antena tradisional. Ini menunjukkan bahwa keluhan dapat menciptakan perubahan.

Vizio, merek TV Amerika, mendapat perhatian ketat setelah diakuisisi oleh Walmart tahun lalu. Smart TV baru Vizio tidak dapat digunakan sama sekali jika pengguna tidak menyiapkan akun Walmart, dan pengguna harus menyetujui bahwa data tentang kebiasaan menonton terhubung dengan perilaku belanja di toko online dan offline. Mudah dibayangkan bahwa pendekatan ini akan diperluas ke banyak bidang lainnya.
Bulan Maret lalu, Samsung mengumumkan bahwa mereka bermitra dengan Amazon untuk menampilkan iklan produk di Amazon berdasarkan apa yang ditonton pengguna di TV di rumah.
Masalah Malware
Saat Anda menonton film, Smart TV Anda mungkin sudah merangkak di web. Ini mungkin untuk mengumpulkan data untuk model AI, atau karena telah menjadi bagian dari botnet besar yang dapat menggunakan perangkat keras dan koneksi internet Anda untuk tujuan legal atau ilegal. Ini menunjukkan bahwa Smart TV Anda "sedang menjalankan bisnis", dan Anda sendiri akan segera menjadi produk.
Sistem seperti ini dapat diklasifikasikan sebagai malware, tetapi ini lebih sering ditemukan di kotak streaming buatan Cina atau perangkat Android TV yang dibangun berdasarkan versi open source Android, bukan Google TV.
Ini hanyalah beberapa contoh terbaru tentang bagaimana Smart TV menjadi semakin berpusat pada iklan dan haus akan data. Sebagai alternatif tanpa iklan dan pengumpulan data luas, ada Apple TV 4K yang dibangun berdasarkan tvOS milik Apple, yang tidak menggunakan ACR atau sistem serupa. Tetapi jangan lupa untuk memutuskan koneksi internet Smart TV Anda. Jika tidak, pengumpulan data akan terus berlanjut di latar belakang.
▶ Sumber asli: https://www.flatpanelshd.com/news.php?subaction=showfull&id=1776423441